Kamis, 20 Oktober 2011

Permata

Suatu ketika seorang akhwat masuk ke sebuah kampus, dalam waktu yang tidak lama ia segeram menjadi perbincangan seluruh aktivis kampus, termasuk di kalangan ikhwan. Karena apa? Ia adalah seorang akhwat yang memiliki wajah yang bisa dikatakan tidak terlalu mempesona kalau hanya melihat sekilas, tapi manis. Yang menarik adalah sikapnya yang santun, lembut, cerdas, baik hati dan tidak sombong, seorang aktivis kampus sejati dengan hafalan qur’an belasan juz, sangat menjaga diri dari interaksinya dengan lawan jenis, dan...berpenampilan paling rapi dibandingkan akhwat-akhwat yang lain di tempat itu. Ya, mereka menemukan seseorang yang baru, yang lain dari yang lain. Sosok akhwat dambaan ikhwan dan sosok ummahat dambaan ummat, sangat mencintai Allah dan RasulNya, juga memiliki ghirah yang luar biasa dalam perjuangan. Hmm...dia memang bidadari dunia. Jangankan ikhwan, sesama akhwat pun disamping akan iri, juga akan ikut berdebar bila berada di dekatnya. Segan. Subhanallah...

Tetapi, dirinya merasa risih dengan perbincangan seluruh aktivis kampus apalagi setelah diketahuinya tidak sedikit ikhwan yang memendam rasa padanya. Lantas dia bertanya-tanya dalam hatinya, dia sudah menjaga diri sebaik yang ia mampu, tetapi mengapa masih seperti ini? Ia sama sekali tidak pernah berniat ’menggoda’ dan ’menarik perhatian’. Seperti sudah bakat alaminya untuk eksis di suatu komunitas. Maka setiap kali ia teringat betapa orang-orang memperbincangkan dirinya, dan satu dua tiga ikhwan dan seterusnya mulai menyatakan minatnya, dia makin merasa risih hingga berniat menggunakan cadar dengan harapan akan mengurangi intensitas ’gangguan’.

Jika dibandingkan dengan kisah yang ini, jelas akan berbeda.
Seorang akhwat berada di kampus yang sama. Akhwat yang biasa. Tidak cantik, juga tidak terlihat manis. Mungkin jika dilihat lebih saksama akan terlihat garis-garis manis sekaligus keras di wajahnya. Aktivitasnya juga biasa. Mungkin iya sibuk sana sini, tapi tidak banyak yang tahu. Dia sama baik, sama santun, sama menjaga interaksi, tetapi dengan cara yang berbeda. Dia memperlakukan orang sesuai dengan karakternya sehingga seseorang yang berinteraksi dengannya akan merasa nyaman di dekatnya. Interaksi dengan lawan jenis pun berusaha senormal mungkin meski dia tetap meminimalisir interaksi untuk hal-hal yang tidak urgent. Dia sangat biasa. Tidak menjadi perbincangan, jelas. Sangat biasa, karena ia bukan pula aktivis yang terpandang di kampus atau lingkungan sekitarnya. Terkadang ia iri dengan akhwat pertama tapi, ia sangat mengaguminya. Tapi ia sadar betul, bukan itu yang ia cari. Ia tahu, Allah memandangnya. Ya, tidak banyak yang tahu, dia pun sama cinta pada Allah dan RasulNya, dan sama semangat dalam perjuangannya.
Apa yang berbeda? Ya jelas beda laaah....hehe

Memang tampaknya tidak terlihat ada yang tertarik pada akhwat kedua, seolah pandangan semua orang tertarik pada akhwat pertama.
Tapi terlihat ironis ketika akhwat kedua sibuk diuji dalam langkah strategi perjuangannya, akhwat pertama disibukkan dengan strategi mengatasi ’gangguan’ ikhwan, sesuatu yang sudah dijanjikan dan sudah dipastikan Allah ada untuk setiap manusia, disaat Islam, yang diperjuangkannya, terpuruk dan membutuhkan fokus lebih dari para pejuangnya. Mengapa seperti itu?
Mungkin banyak perbedaan diantara keduanya, tapi yang paling dominan disini adalah : Ke’mencolok’kan tingkah.
Akhwat pertama punya satu hal yang mungkin-bisa-disebut-kesalahan, yaitu terlalu mencolok dan siapapun bisa melihatnya. Sekilas ia memang bidadari dunia...tapi bidadari tidak dinikmati semua orang.
Kita tahu, bahwa setiap bagian dari wanita adalah keindahan, dari segi fisik, pemikiran, ruh, semuanya indah. Dan semua itu menggoda, termasuk tingkahnya. Kenapa keseluruhannya begitu menggoda? Karena pada keseluruhan wanita ada setan. Ada setan dalam setiap bagian wanita, bahkan dalam sms pun ada setannya.
Kalau wanita adalah permata, akhwat pertama ada di permukaan. Kilaunya memancar kemana-mana dan semua orang dapat menemukannya. Akhwat kedua, ia terkubur dalam-dalam, tertempa lebih keras di kedalaman, dan kilaunya memang terpancar keluar, tapi tidak semua dapat menemukan sumber kilauannya, tidak semua dapat menemukannya. Ia dilindungi Allah di kedalamannya.

Allah menjaganya lebih dari yang lain, dan hanya merelakannya ditemukan oleh orang yang luar biasa. Yang menemukannya bisa jadi biasa, tapi ia luar biasa, karena dapat menemukan sesuatu yang luar biasa pada sesuatu yang bisasa.
Permata yang tertempa lebih keras jauh lebih indah, bahkan di kedalaman pun kilaunya tetap memancar.
Ya, tidak semua orang dapat menemukannya. Yang menemukannya hanya yang luar biasa. Yakinlah ia luar biasa, ukhti, karena permata itu dicari.
Mungkin saja...mungkin...ini maksudnya ”yang baik untuk yang baik dan yang buruk untuk yang buruk.”
Jangan sampai kita merasa bertemu dalam kondisi yang sama, tapi tidak tahu sama baik atau sama buruk. Ukhti, kau bisa saja luar biasa, tapi hati-hati mendapatkan yang biasa, salah satu dari ribuan yang menaruh perhatian padamu.
Dua akhwat ini hanya satu contoh dari sekian banyak tipe ’muslimah idaman’ yang menarik perhatian banyak orang. Ke’mencolok’kan tidak selalu seperti ini.

Sumber : dudung.net 

Selasa, 11 Oktober 2011

Raihan - Syukur

Hamba Yang Ingin Bersyukur

Setiap hening malam dan siang , pikiran selalu melayang ke hidup masa depan ,
Terbayang akan masa depan yang belum pernah akau jamah , karena memang belum aku lalui ,
Siapakah yang akn mendampingi dalam setiap perjalanan hidup ku ,
Yang selalu memberi nasehat dan motivasi dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabku ,
Yang melindungi ku ketika musibah datang melanda ku ,
Di dunia ini .????
Walau aku tahu , Allah lah penolong Sejati , Dialah Pelindung yang Maha Bijak sana .

Perjalan hidup di dunia yang fana' ini tidak mudah dan penuh dengan ujian dan cobaan.
Jika hati ini tak ada rasa taqwa dan iman yang kuat dalam hati , akankah kita kuat dalam menjalani ujian dan cobaan ini ????
Kembalikan kepadaNya jika kita sedang dalam ujian dariNya , karena Allah tidak akan menguji umatNya di luar batas kemampuannya .

Telitilah dan pelajari setiap musibah yang ada ...
Apakah ada hikmah di balik semua itu ,?

Kadang terpikirkan dalam benak ini , suattu yang kurang bersyukur , Astagfirullah....



Ampunilah dosa kami

Telah banyak nikmat yang telah kau berikan kepada hambaMu ini ,
Tiap hari Kau beri rasa nyaman dan aman , 
Kau bebaskan ku hirup udara segarMu ,
Kau bebaskan pula ku memijak bumi MU ini ,
Tapi syukur tak tiap ahri aku panjatkan kepada dzat Yang Maha Mempunyai Keagungan ( Ya Jaliil )

Ya Robb ,,,
jadikalah hamba orang yang ahli syukur akan nikmat Mu 
Aamiin

Sabtu, 17 September 2011

Doa Orang Tua

I LOVE BUNDA 'n' PAPA
Do'a orang tua terutama ibu , adalah salah satu doa mustjab yang akan diijabahi oleh yang maha Kuasa . Oleh karena itu orang tua  Ibu , mesti berhati-hati dalam mendo'akan anaknya . Jangan sampai lisan kita ( sebgai orang tua ) , berucap atau berdo'a yang tidak baik untuk anak kita. Karena jika seorang ibu sudah berdo'a baik do'a jelek maupun do'a untuk kebaikan , akan di kabulkan oleh Allah SWT. 

Sebagaimana hadist nabi Muhammad SAW  berikut ini :

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Tiga doa yang mustajab yang tidak diragukan lagi yaitu doa orang tua, doa orang yang bepergian (safar) dan doa orang yang dizholimi.” (HR. Abu Daud no. 1536. Syaikh Al Albani katakan bahwa hadits ini hasan).


Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ لاَ تُرَدُّ دَعْوَةُ الْوَالِدِ ، وَدَعْوَةُ الصَّائِمِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ

“Tidak doa yang tidak tertolak yaitu doa orang tua, doa orang yang berpuasa dan doa seorang musafir.” (HR. Al Baihaqi dalam Sunan Al Kubro. Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini shahih sebagaimana dalam As Silsilah Ash Shahihah no. 1797). Dalam dua hadits ini disebutkan umum, artinya mencakup doa orang tua yang berisi kebaikan atau kejelekan pada anaknya.

Juga dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ يُسْتَجَابُ لَهُنَّ لاَ شَكَّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ الْمَظْلُومِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْوَالِدِ لِوَلَدِهِ

“Tiga doa yang mustajab yang tidak diragukan lagi yaitu doa orang yang dizholimi, doa orang yang bepergian (safar) dan doa baik orang tua pada anaknya.” (HR. Ibnu Majah no. 3862. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan). Riwayat ini menyebutkan bahwa doa baik orang tua pada anaknya termasuk doa yang mustajab.

Muhammad bin Isma’il Al Bukhari membawakan dalam kitab Al Adabul Mufrod beberapa riwayat mengenai doa orang tua. Di antara riwayat tersbeut, Abu Hurairah berkata, ”Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لَهُنَّ لاَ شَكَّ فِيْهِنَّ دَعْوَةُ الْمَظْلُوْمِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْوَالِدَيْنِ عَلىَ وَلَدِهِمَا

“Ada tiga jenis doa yang mustajab (terkabul), tidak diragukan lagi, yaitu doa orang yang dizalimi, doa orang yang bepergian dan doa kejelekan kedua orang tua kepada anaknya.” (Diriwayatkan oleh Al Bukhari dalam Al Adabul Mufrod no. 32. Dikatakan hasan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Al Adabul Mufrod no. 24). 


Sudah jelas dari hadist di atas bahwa do'a orang tua adalah dua yang mustajab. 


Mari kita pelajari bacaan do'a di bawah ini :
Contoh do'a untuk anak - anak kita .
“Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat. Ya Tuhan Kami, perkenankanlah doaku.” (QS. Ibrahim: 40)



“Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala.” (QS. Ibrahim: 35)

Lihatlah sifat ‘ibadurrahman (hamba Allah) yang berdoa,



“Dan orang-orang yang berkata: “Ya Tuhan Kami, anugrahkanlah kepada kami, isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al Furqan: 74)


Semoga Anak kita di jadikan anak yang soleh solehah . Aamiin

Minggu, 21 Agustus 2011

Doa Seorang Kekasih

Selama dua puluh tahun aku hidup 
Kasih sayang orang tua selalu menemaniku
Di saat umur ini telah hadir seorang yang mengasihi aku 
Menyayangi aku dan ingin menikahi ku 
Telah banyak cinta yang hadir 
tapi hanya satu yang meski aku pilih .


Ya Robb , Pemberi rahmat 
Jika ia adalah seorang yang engkau kirimkan untuk ku
Untuk menyayangi dan mengasihi ku 
Serta mendidik ku dalam jalan Mu
Satukanlah hati kami 
Agar kami selalu dalam keharmonisan yang sejati 
Yang berdiri di atas jalan Mu 
Ridho'i kami , 
Yakinkanlah hati kami , dengan keyakinan yang berdasar agama
Tuntunlah kami agar selalu berjalan di jalan Mu 

Ya Robb, Maha bijaksana
Jika memang dia bukan jodoh yang kau kirimkan
Sembuhkan lah hati ini
Agar tak rindu lagi
Hilangkan bayangan nya dari pikiran ini 
Cabutlah rasa cinta dan kasih ini dari diri hamba

Ya Rabb ,, 
Jika kami bersatu jadikan kami pasangan yang senan tiasa menajalankan semua perintah dan menjauhi semua larangn Mu .
Aamiin

Senin, 01 Agustus 2011

Ramadhan Telah Tiba

Terkadang kita merasa malas untuk bangun sahur saat menunaikan ibadah puasa, padahal di dalm sahur ini ada hikmah yag tersimpan , sebagaimana sabda nabi :

“Makan sahurlah karena sesungguhnya pada sahur itu terdapat berkah.” 
                               (HR. Bukhari dan Muslim)
Dan jika kita ingin mendapatkan berkah , mka janganlah kita bermalas-malasan dalam menjalankan ibadah sunah sahur ,, 

Berbeda dengan berbuka  puasa, kita sering kali menunggu dan selalu menunggu kapan adzan magrib di kumandangkan , karena dengan suara adzan magrib ini kita di sunahkan untuk segera berbuka puasa , melepas dahaga da lapar selama satu hari berpuasa ,, 
Mari segera berbuka puasa di saat adzan telah di kumandangkan 
Menyegerakan berbuka akan mendatangkan kebaikan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Manusia akan sentiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.”                            (HR. al-Bukhari dan Muslim)
Amalan apa saja yang harus kita perbanak di dalam bulan Ramadhan ?
Salah dua nya yang sebut di atas yaitu , menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur.
selanjutnya perbanyak membaca Al Qur'an 
"Barangsiapa membaca satu huruf dari kitab Allah maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dibalas sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan alif lam mim itu satu huruf; tetapi alif satu huruf; lam satu huruf dan mim satu huruf. " (HR. At-Tirmidzi,)
Semoga ramadhan tahun ini kita menjadi pemenang dalam menggapai pahala Ramadhan 
Aamiin