Sahabat Pembaca Blok Istiqomah Always , saya ucapkan terima kasih telah mampir di blok saya ini.
Sahabat tulisan ini saya tulis setelah aku mendengarkan nasehat dari dosen tafsir saya.
Sahabat Manusia di ciptakan di dunia ini sudah memiliki ketentuan masing-masing dari Allah SWT.
Baik masalah rizki , jodoh atau yang lainnya. sebelum sperma seorang ayah membuahi sel telur sang ibu Allah SWT sudah mencatatkan jatah rizki kita di dunia ini. Jadi kita tidak perlu takut akan miskin dan kelaparan di dunia ini. Allah pasti akan menolong kita hambaNya.
Sahabat , walau kita bekerja terus menerus tapi penghasilan kita masih terasa kurang atau hanya pas pasan , yakini itulah kehendak Allah Yang Maha Berkehendak. Jika kita mendapatkan uang ternyata uang tersebut hilang atau di curi oleh orang lain, yakini juga bawa uang yang hilang itu adalah bukan jatah kita. Allah Maha Tahu apa yang tidak ketahui. Apapun yang kita dapatkan di dunia ini sudah kehendak dari Yang Maha Esa.
Kita sebagai hamba Allah SWT hanya bisa berikhtiar , dan penentu hasil nya adalah dari Allah SWT.
Tak perlu sedih dengan apa yang kita punya saat ini, karena itulah yang terbaik untuk kita dari Allah. Cintai apa yang ada , jangan mencari sesuatu yang lebih jika kita tidak bisa menggapai nya.Syukuri apa yang telah kita dapatkan di dunia ini, bukankah kita hidup di dunia ini telah banyak nikmat Allah SWT yang mengalir ?
Maka dari itu sahabat ku , yakin lah dalam hati bahwa Allah SWT lah tempat bersandar , meminta , memohon ampunan dan memuji. Marilah mulai dari sekarang kita tanamkan dalam hati keimanan kita kepada dzat Yang Maha Agung
Sahabat , demikian uaraian singkat dari saya , semoga ada manfaat tulisan yang sederhana ini
Ia ibarat kaca yang berdebu
Jangan terlalu keras membersihkannya
Nanti ia mudah retak dan pecah
Ia ibarat kaca yang berdebu
Jangan terlalu lembut membersihkannya
Nanti ia mudah keruh dan ternoda
Ia bagai permata keindahan
Sentuhlah hatinya dengan kelembutan
Ia sehalus sutera di awan
Jagalah hatinya dengan kesabaran
Lemah-lembutlah kepadanya
Namun jangan terlalu memanjakannya
Tegurlah bila ia tersalah
Namun janganlah lukai hatinya
Bersabarlah bila menghadapinya
Terimalah ia dengan keikhlasan
Karena ia kaca yang berdebu
Semoga kau temukan dirinya
Bercahayakan iman


