Senin, 17 Desember 2012

Azbabun Nuzul Surat Al Hijr Ayat 94



Bismillahirohmanirrohim , 

Sahabat tentung sudah pernah membaca kan surat Al Hijr Ayat 94, apakah sahabat sudah tahu apa penyebab turunnya ayat ini ? Bagi yang belajar bersama yukz, dan bagi yang sudah tahu boleh melengkapi jika ada yang kurang. 

Lafaz Al Hijr ( 15 ) : 94


Artinya
“ Maka sampaikan lah oleh mu secara terang-terangan segala apa yang di perintahkan ( kepadamu ) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik”

Ibnu Abbas berkata , “ ayat tentang fashda’ bimaa tu’maru ( maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang di perintahkan ( kepadamu) makasudnya adalah pencarkan persekutuan dan kesatuan mereka dengan menyerukan tauhid kepada, sesungguhnya mereka itu terpecah-pecah dengan sebagian yang menyambut,

Dan ayat wa’aridh ‘anil musyrikiin “ dan berpaling dari orang-orang musyrik” . tentang ayat ini kalangan ulama berpendapat.

Makna ayat ini adalah jangan pedulikan pendustaan dan olok-olok mereka serta jangan pula hal itu menyusahkanmu, sesungguhnya Allah yang menjadamu dari mereka. Jadi makna ayat menurut penakwilan adalah sampaikanlah secara terang-terangan apa yag di perintahkan kepadamu, yakni risalah Tuhanmu dan berpalinglah dari orang-orag musyrik, yakni jagan pedulikan dan takut kepada mereka. Makna ini seperti halnya firman Allah :

Artinya : “ hai Rasul, sampaikanlah apa yang di turunka Tuhanmu kepadam. Jika tidak kamu kerjakan( apa yang si perintahkan itu, bearti ) kamu tidak menyampaikan amanat Nya. Allah memelihara kamu dari ( gangguan ) manusia” { Q.S Al Maidah:67 }

Asbabun Nuzul ( Sebab Turunnya Ayat )

Di awal Nabi Muhammad menerima wahyu yang pertama dan disuruh oleh Allah untuk berdakwah, beliau lakukan dengan cara sembunyi-sembunyi. Dakwah ini dilakukan di kalangan keluarga Nabi dan orang terdekat Nabi. Orang yang pertama masuk islam adalah Khadijah dari kalangan wanita, Ali bin Abu Thalib dari kalangan pemuda, Zaid dari kalangan budak dan Abu Bakar. Beliau menjadikan rumah Al Arqam bin Abil Arqam sebagai markas kutlah ( kelompok dakwah) dan madrasah bagi dakwah baru ini.

Dirumah Arqam itulah rasulullah SAW. Mengumpulkan para sahabat, mengajar Islam kepada mereka, membacakan Al Qur’an kepada mereka, menjelaskanny, memerintahkan mereka untuk menghafal Al Qur’an. Beliau SAW tinggal di markas pengkaderan itu selam 3 tahun membina ( yutsaqqif ) kaum muslimin generasi pertama itu, sholat bersama tahajud di malam harridan membangkitkan keruhanian serta membina akal fikiran mereka dengan makna lafazh-lafazh Al qur’an serta mefahim dan pemikiran islam, dan melatih mereka untuk bersabar terhadap berbagai halangan dan hambatan dakwah, dan mewasiatkan kepada mereka untuk senatiasa taat dan patuh sehingga mereka benar-benar ikhlas Lillahi ta’ala ( Taqiyadun An Nabhani, Ad Daulah Al Ialamiyah, hal 11-12). Rasul tetap merahasiakan aktivitas dakwahnya, dan terus melakukan upaya-upaya pengakderan dan pembinaan ( tatsqiif )hingga turun surat Al Hijr : 94.

Turunnya ayat ini setelah masuk Islamnya Hamzah bin Abdul Muthalib dan Umar bin Khathtab ( 3 hari setelah masuk islamnya Ahmzah).

 Demikian yang dapat saya sampaikan , semoga bisa bermanfaat untuk kita semua,

Perbuatan Yang Di Nilai Syirik

Bismillah , tulisan saya kali ini saya beri judul " Perbuatan Yang Di Nilai Syirik ". Tulisan ini bukan asli karangan saya , tulisan ini saya ambil dari berbagai sumber.



Diantara perbuatan-perbuatan yang dinilai syirik adalah sebagai berikut :

 a. Bersumpah kepada selain Allah, sebagaimana yang telah disabdakan oleh baginda Rasulullah Salallahu'alaihi wassaalam adalah sebagai berikut:

Dari Ibnu Umar ia berkata, telah bersabda nabi SAW: “barang siapa yang bersumpah dengan sesuatu selain Allah, maka sungguh ia telah syirik”. Ada sebagian manusia yang bersumpah dengan selain Allah dalam ucapannya, seperti mengucapkan, demi kehidupanmu, demi jaminanmu, demi kehidupan dan air laut, demi Nabi. Begitu juga bersumpah dengan ka’bah sebagaimana yang telah datang dari Sa’ad bin Ubaidah,

Dari Sa’ad bin’Ubaidah, bahwa Ibnu Umar mendengar seorang laki-laki berkata: tidak, demi Ka’bah, maka Ibnu Umar berkata: jangan bersumpah dengan selain Allah karena aku mendengar Rasulullah bersabda: barang siapa yang bersumpah dengan selain Allah maka sungguh ia telah kafir atau syirik. Dan Allah juga melarang bersumpah dengan ayah kalian, seperti yang telah dikhabarkan oleh ‘Umar bin al-Khaththāb, Dari ‘Umar bin al-Khaththāb ia berkata, Rasulullah bersabda: ‘sesungguhnya Allah Azza wajalla melarang kalian bersumpah dengan ayah-ayah kalian’. Adapun mengenai apakah bersumpah dengan selain Allah termasuk kepada syirik akbar atau syirik asghar, hal ini sebagian ulama berbeda pendapat. Namun mayoritas Ulama mengatakan ia termasuk syirik asghar.

b. Menggantung Jimat, Nabi SAW bersabda dalam sebuah hadis,
Dari ‘Uqbah bin ‘Amir, telah bersabda Rasulullah SAW, “siapa yang menggantungkan jimat maka ia telah syirik”. Tamīmah jamaknya tamā’im, yaitu jimat. Seperti yang telah dikatakan bahwa tamā’im adalah sekumpulan jimat yang digantungkan pada leher anak-anak untuk menolak sesuatu seperti ‘ain (jenis penyakit pada anak-anak), hal ini adalah dilarang. Karena jimat tersebut tidak dapat menolak sesuatu kecuali atas izin Allah. Jangan menuntut tertolaknya suatu penyakit kecuali dengan Allah, nama-nama dan sifat-sifat-Nya.

Namun jika yang digantung adalah daripada ayat-ayat al-Qur’an, maka sebagian kalangan salaf mengizinkannya, dan sebagian lagi tidak mengizinkannya yakni melarangnya diantara mereka yang melarang adalah Ibnu Mas’ūd dan Ibnu Abbas. Ketahuilah pula bahwa para Ulama dari kalangan Sahabat, Tabi’in, dan orang-orang setelah mereka berbeda pendapat mengenai dibolehkankannya menggantungkan jimat yang berisi ayat al-Qur’an, nama dan sifat-sifat Allah. Adapun diantara yang membolehkannya adalah ‘Abdullah bin ‘Amar bin al-Ash.

c. Rukyah dan Pelet, Kedua hal ini juga tergolong kepada syirik, sebagaimana yang telah dituturkan Nabi Muhammad SAW, Dari zainab isteri ‘Abdullah dari ‘Abdullah ia berkata, aku mendengar Rasulullah bersabda: “ sesungguhnya rukyah, jimat, dan pelet itu adalah syirik”. Kedua hal ini digolongkan kepada syirik karena terkesan mengakui bahwa ada kekuatan lain selain Allah. Dan ada keyakinan tentang hal lain selain dzat NYa. Adapun Rukyah, Ulama sepakat membolehkankannya asalkan memenuhi tiga syarat, seperti yang dikatakan al-Suyūthī,yaitu:
 1. Menggunakan kalam Allah (al-Qur’an) atau nama dan sifat-sifat-Nya,
 2. Dengan bahasa ‘arab atau dengan bahasa yang diketahui atau dipahami maknanya, 
 3. Meng’itiqadkan bahwa rukyah itu tidak memberi bekas, kecuali dengan kekuasaan Allah ta,ala.

d. Menyembelih untuk selain Allah, ada orang yang pergi kepada tukang sihir supaya dia mengobati penyakitnya. Tukang sihir tersebut meminta seekor hewan darinya dengan sifat-sifat tertentu (ayam hitam mulus tidak ada warna putihnya, misalnya) dan sejenisnya. Kemudian dia menyembelihnya dan melumurkan darahnya pada orang yang sakit, untuk meminta keridhaan Jin. Ini diharamkan dan pelakunya dilaknat. Hal tersebut berdasarkan sabda Rasulullah SAW, dalam hadis yang diriwayatkan Musli.Dari Ali bin Abi Thālib ia berkata, aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda: “ Allah melaknat orang yang menyembelih untuk selain Allah”.

e. Sihir dan perdukunan, tidak diragukan lagi bahwa kedua hal ini merupakan perbuatan syirik yang melibatkan Jin dan Setan sebagai teman dan pembantu mereka. Mengenai sihir Nabi menyatakan dalam sebuah hadis yang berbunyi:
Dari Abu Hurairah dari Nabi SAW beliau bersabda: “barang siapa yang melakukan sihir maka sungguh ia telah syirik”. Dari hadis ini nyatalah bahwa seorang penyihir adalah orang musyrik, oleh sebab itu hendaklah kita menghindari dari berbuat yang berkenaan dengan sihir dan mendatangi tukang sihir untuk suatu keperluan, karena sebenarnya sihir hanyalah permainan setan yang dianut oleh tukang sihir yang mendapat lanjuran dari Allah (istidraj).

f. Keyakinan Terhadap Bintang, sebagian orang membuka surat kabar untuk melihat keberuntungan hari ini “Bintang anda (Zodiak)”. Ia melihat tanggal lahir dan bintangnya, kemudian ia memperhatikan yang ditulis peramal untuknya tentang keberuntungannya hari ini lalu ia terkesan mempercayainya. Semua ini adalah kemusyrikan dan tidak diperbolehkan. Seperti sabda Nabi SAW,
“bahwasanya Abu Mālik al-Asy’arī menceritakan: bahwa Nabi SAW bersabda, “ empat hal yang ada pada ummatku dari perkara jahiliyyah yang tidak mereka tinggalkan,…. Memintakan hujan kepada bintang-bintang”. Sedangkan al-Farabi (seperti yang telah dikutip Ibrahim Kamal dalam Ikhsa’u al-Ulūm) membicarakan tentang ilmu perbintangan (nujum) berkesimpulan bahwa ilmu nujum itu tidak dapat menolak takdir Allah. Bahkan ia mengatakan “terkadang seseorang berupaya untuk menafsirkan sesuatu dan sesuatu benar-benar terjadi. Menurutnya hasil predisi (ramalan) tersebut tercapai bukan karena keharusan, tetapi yang terjadi adalah kesuaian yang yang dijadikan sandaran oleh orang yang lemah akal, anak kecil atau sakit jiwa, seperti halnya syahwat (emosi) yang berlebihan ketika sedih, marah, takut, atau lainnya”. Seperti yang disinggung pada halaman dua, bahwa syirik dapat mencegah diterimanya amal yaitu ditolak daripadanya, hal ini senada dengan sabda Rasulullah SAW, “Allah tidak sudi menerima suatu amalan dari orang musyrik, yang ia telah syirik setelah islamnya sampai ia meninggalkan kesyirikan itu kembali kepada keislaman (yang murni)”.

Semoga tulisan ini bisa memberi manfaat untuk pembaca , 
 

Rabu, 12 Desember 2012

Tafsir Surat An Nahl ayat 90

Bismillahirrohmanirrohiim

Alhamdulillah saya dapat mengisi blog saya kembali , kenapa saya mengambil judul tersebut diatas? karena ini adalah tugas dari dosen Tafsir saya untuk mencari bahan tentang surat An Nahl ayat 90.

Bunyi dari Surat An Nahl : 90 ,
Artinya : Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemunkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran




Ayat ini termasuk ayat yang sangat luas dalam pengertiannya. Banyak diriwayatkan hadis-hadis Rasul tentang keutamaannya di antaranya sabda Rasul:

Artinya:
Dan ayat yang paling luas lingkupnya dalam Alquran tentang kebaikan dan kejahatan ialah ayat dalam surah An Nahl (yang artinya): "Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebaikan"

(H.R Bukhari dan Ibnu Jarir dari Ibnu Mas'ud)

Diriwayatkan oleh Ikrimah bahwasanya Nabi Muhammad saw membacakan kepada Al Walid: "Ulang kembali hai saudaraku", kata beliau maka Rasul saw mengulang kembali membaca ayat itu. lalu Al Walid berkata: "Demi Allah sungguh Alquran ini memiliki kelezatan dan keindahan, di atasnya berbuah di bawahnya berakar, dan bukanlah dia kata-kata manusia. (H.R Ibnu Jarir)
Seorang sahabat pada mulanya kurang senang kepada Rasul saw. Sewaktu dibicarakan kepadanya ayat ini oleh Rasul saw maka iman dalam jiwanya menjadi teguh dan dia menjadi kasih kepada Nabi saw. (H.R Imam Ahmad)

Dalam ayat ini, Allah SWT memerintahkan berbuat adil dalam melaksanakan isi Alquran yang menjelaskan segala aspek kehidupan manusia, serta berbuat ihsan (keutamaan). Adil berarti mewujudkan kesamaan dan keseimbangan di antara hak dan kewajiban mereka. Hak asasi mereka tidaklah boleh dikurangi disebabkan adanya kewajiban atas mereka. 

Kezaliman lawan dari keadilan wajib dijauhi. Hak setiap orang harus diberikan sebagaimana mestinya. Kebahagiaan barulah dirasakan oleh manusia bilamana hak-hak mereka dijamin dalam masyarakat, hak setiap orang dihargai, dan golongan yang kuat mengayomi yang lemah. Penyimpangan dari keadilan adalah penyimpangan dari Sunah Allah menciptakan alam ini dan hal ini tentulah akan menimbulkan kekacauan dan keguncangan dalam masyarakat manusia seperti putusnya hubungan cinta kasih sesama manusia, tertanamnya dalam hati manusia rasa dendam, kebencian, iri, dengki dan sebagainya.

Semua ini akan menimbulkan permusuhan yang menuju kehancuran. Oleh karena itu agama Islam menegakkan dasar-dasar keadilan untuk memelihara kelangsungan hidup masyarakat manusia itu. Dalam Alquran banyak didapat ayat-ayat yang turun di Mekah maupun di Madinah, memerintahkan manusia berbuat adil dan melarang kelaliman.



Firman Allah SWT:

 Artinya:
"Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan"(Q.S Al Ma'idah: 8)
 
Allah SWT menetapkan keadilan sebagai dasar umum bagi kehidupan masyarakat untuk setiap bangsa dan masa, untuk setiap umat pada segala zaman. Keadilan merupakan tujuan dan pengutusan Rasul-rasul ke dunia dan tujuan dari syariat dan hukum yang diturunkan bersama mereka.

Firman Allah SWT:


لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنَاتِ وَأَنْزَلْنَا مَعَهُمُ الْكِتَابَ وَالْمِيزَانَ لِيَقُومَ النَّاسُ بِالْقِسْطِ وَأَنْزَلْنَا الْحَدِيدَ فِيهِ بَأْسٌ شَدِيدٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ وَرُسُلَهُ بِالْغَيْبِ إِنَّ اللَّهَ قَوِيٌّ عَزِيزٌ (25)

Artinya:
Sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama) Nya dan Rasul-rasul Nya. Padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa. (Q.S Al Hadid: 25)

Menurut Muhammad Syaltut, Allah SWT menyebutkan besi dalam rangkaian pembinaan keadilan, mengandung isyarat yang kuat dan jelas bahwa pembinaan dan pelaksanaan keadilan adalah ketentuan Ilahi yang wajib dikerjakan, dan pelaksana-pelaksananya dapat mempergunakan kekuatan yang dibenarkan Tuhan dengan peralatan besi (senjata) yang punya daya yang dahsyat.

Di samping berbuat keadilan Allah SWT memerintahkan pula ihsan yang berarti keutamaan seperti membalas kebaikan orang lain dengan kebaikan yang lebih baik/besar atau memaafkan orang lain.

Tingkat keutamaan (al ihsan) yang tertinggi ialah berbuat kebaikan terhadap orang yang bersalah.

Diriwayatkan bahwa Isa as pernah berkata: "Sesungguhnya keutamaan itu ialah kamu berbuat baik kepada orang yang bersalah terhadapmu". Bukanlah keutamaan bila kamu berbuat baik kepada orang yang telah berbuat baik kepadamu.

Nabi Muhammad saw menerangkan tentang ihsan, sabdanya:


الأحسان أن تعبد الله كأنك تراه فإن لم تكن تراه فإنه يراك

Artinya:

Keutamaan itu ialah kamu beribadah kepada Allah seakan-akan kamu melihatnya, karena meskipun kamu tidak melihatnya, tapi Dia melihatmu".

(H.R Bukhari dari Abu Hurairah)
Allah SWT memerintahkan pula dalam ayat ini untuk memberikan sedekah kepada kerabat untuk kebutuhan mereka. Bersedekah kepada kerabat sebenarnya sudah termasuk dalam pengakuan berbuat adil dan keutamaan (ihsan). Namun disebutkan secara khusus untuk memberikan pengertian bahwa urusan memberikan bantuan pertolongan kepada kerabat hendaklah diperhatikan dan diutamakan.
Sesudah menerangkan ketiga perkara yang diperintahkan kepada umat manusia, Allah SWT meneruskan dengan menerangkan tiga perkara lagi yang harus ditinggalkan.
 




Sabtu, 17 November 2012

Qardhawi: Bangsa Arab Dan Kaum Muslimin Harus Bersatu Dukung Gaza

[ 16/11/2012 - 10:04 ]
Kairo-PIP: Dr. Yusuf Qardhawi, anggota Lembaga Ulama Besar Al-Azhar dan Ketua Persatuan Ulama Islam, menyerukan kepada bangsa Arab dan umat Islam untuk menyatukan barisan dan menyatukan sikap untuk menghadapi musuh bersama mereka dan membela rakyat Palestina di Gaza.

Dalam khutbah Jumat (16/11) di Masjid Al-Azhar, Qardhawi menyatakan, kaum muslimin dan bangsa Arab harus memperlihatkan kepada dunia bahwa mereka adalah satu umat yang mampu menghadapi serangan yang menimpa salah satu dari mereka. Qardhawi menegaskan kutukan ulama umat dan kaum muslimin atas kejahatan keji yang dilakukan Israel.

Qardhawi menyebutkan, pergantian kepemimpinan di sejumlah negara Arab telah berakhir dengan revolusi musim semi Arab, yang menegaskan hak bangsa untuk mengambil kebijakan dan membela kepentingannya dengan menghentikan kezaliman. Qardhawi mengapresiasi revolusi 25 januari di Mesir yang mengajarkan kepada dunia bagaimana revolusi mendukung kebenaran, yang mampu mengokohkan Mesir dan mengalahkan kezaliman dan otoritarianisme, serta memulai fase baru kebebasan dan demokrasi.

Usai shalat Jumat di Masjid Al-Azhar, ratusan masa bergerak menuju lapangan Tahrir untuk berpartisipasi dalam aksi sejuta umat membela Gaza yang digagas sejumlah kekuatan dan partai politik.
Para demonstran menuntut sikap Arab bersatu guna menghadapi serangan Israel, serta memutuskan hubungan diplomatic dengan Tel Aviv dan mengusir dubes Israel dari ibukota negara-negara Arab.

Dalam konteks yang sama, ratusan kader Ikhwanul Muslimin dan anggota partai Kebebasan dan Keadilan usai shalat Jumat di kota Suez mengutuk serangan Israel ke Gaza, dan mengapresiasi sikap Presiden Mursi yang menarik dubes Mesir dari Tel Aviv, dan kunjungan Dr. Hisyam Qandil, PM Mesir ke Gaza pada Jumat pagi. (qm)

Sumber : [ http://ilovealloh.com ]

Ridho Rhoma Tak Tega Ayahnya Nyapres

Penyanyi dangdut Ridho Rhoma tak tega melihat ayahnya, Rhoma Irama, diusung sebagai calon Presiden RI oleh Partai Persatuan Pembangunan. Pasalnya, tugas seorang Presiden tidaklah enteng.

"Saya cukup kasihan (sama Papa) karena memang enggak mudah mengemban tugas seorang Presiden," kata Ridho di kawasan Kuningan, Jakarta, Selasa, 13 November 2012.

Apalagi, Ridho mengatakan, pencalonan itu bukanlah keinginan langsung dari Rhoma, melainkan desakan dari beberapa pihak. "Karena ada dukungan dari teman ulama, kiai, habib dari daerah juga banyak," ujarnya.

Walaupun masih sekedar wacana, pria berlesung pipit ini mendukung keputusan Rhoma kelak. Sebagai, anak, Ridho tahu betul ayahnya bisa bertanggung jawab dengan jalan yang dipilih.

"Saya tahu itu berat buat beliau. Saya yakin beliau tahu apa yang harus dilakukan, baik itu maju atau mundur. Saya pasti dukung," kata pria yang sempat dikabarkan dekat dengan Cathy Sharon ini.

Para ulama yang tergabung dalam Wasilah Silaturahim Asatidz Tokoh dan Walama (Wasiat Ulama) mendaulat Rhoma Irama menjadi capres di Pemilu 2014. Partai Persatuan Pembangunan pun mendukung pencalonan tersebut.

YAZIR FAROUK

Sumber : tempo.com