Hati manusia bisa berbolak-balik kadang baik kadang senang kadang buruk dan kadang sedih. Hati , denganya kita merasakan apa yang adadi sekitar kita, merasakan bagaimana iman kita selam ini. Dengan hati yang beriman , kita akan menjadi tenang. Dengan hati yang selalu mengingat Allah hidup akan nyaman.
Tapi terkadang hati bisa futur jika tidak disiram dengan kajian dan nasehat-nasehat. Saat hati kita futur , inilah yang harus kita lakukan :
1. Dzikrullah dan Tilawatil Qur’an.
Dengan senantiasa dzikrullah (menyebut dan mengingat Allah) bagi
seorang hamba manfaatnya sangatlah besar. Sebagaimana Dia berfirman:
“Ingatlah, bahwa hanya dengan selalu mengingat Allah, hati menjadi
tentram.”[QS. Ar-Ra'du:28]. Al-Imam Syamsuddin Ibnul Qoyyim berkata:
”Sesungguhnya dzikir adalah makanan pokok bagi hati
dan ruh, apabila hamba Allah gersang dari siraman dzikir, maka jadilah
ia bagaikan tubuh yang terhalang untuk memperoleh makanan pokoknya.”Dan
Imam Hasan Al-Bashri berkata:”Lunakkanlah hatimu itu dengan berdzikir”.
Sebaik-baik dzikir adalah membaca Al-Qur’an, karena Al-Qur’an
mengandung berbagai khasiat penyembuh hati dari semua penyakit
kegundahan. Allah berfirman; “Hai manusia, sesungguhnya telah datang
kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit
yang berada dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang
beriman.”[QS. Yunus:57].
2. Beristighfar
Hakikat
istighfar adalah untuk memohon maghfirah (ampunan), dan batasan
maghfirah adalah penjagaan dari keburukan yang diakibatkan dari
dosa-dosa. Dan barangsiapa yang meminta ampun kepada-Nya selama memenuhi
syaratnya pasti Allah memberikan ampunan. Firman-Nya: “Dan barangsiapa
yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia meminta
ampun kepada Allah niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang.”[QS. An-Nisa’:110].
‘Aisyah berkata: “Beruntunglah
orang yang mendapat dalam buku catatan amal perbuatannya memuat
istighfar yang banyak.” Qatadah berkata:”Sesunggunhya Al-Qur’an ini
memberikan petunjuk kepadamu tentang penyakitmu dan obat penangkalnya.
Adapun penyakitmu adalah dosa-dosa, sedangkan obatnya adalah istighfar.”
3. Do’a
Allah berfirman: “Berdo’alah kepada-Ku niscaya Aku perkenankan bagimu. “[QS. Al-mukmin:60].
Doa termasuk salah satu sebab yang mampu menyihatkan hati. Rasulullah ,
orang yang hatinya terjaga dan paling bersih pun sentiasa berdo’a
kepada Allah perihal hati. Seperti ‘Ya Allah aku berlindung kepadaMu
dari kejahatan hatiku..’ Dalam do’anya yang lain ‘Ya Allah jadikanlah
cahaya (penerang) dalam hatiku..’ atau yang sering kita dengar ‘Wahai
Dzat Yang membolak-balikan hati, teguhkanlah hati kami dalam agamaMu.’
4. Bershalawat kepada Nabi Muhammad
Allah bershalawat (menyebut dan memuji di hadapan para malaikat)
sepuluh kali, bagi orang bershalawat kepada rasul-Nya (sekali).
Rasulullah bersabda : ”Barang siapa yang bershalawat untukku satu kali.
Maka Allah akan bershalawat sepuluh kali lipat.”[HR. Muslim]. Karena
yang demikian itu, setiap satu kebaikan nilainya akan dilipat gandakan
sepuluh kalinya, dan bershalawat untuk Nabi termasuk kebaikan yang
tinggi.
5. Qiyamullail
Jika seseorang tetap melakukan shalat malam, maka wajahnya akan
bercahaya dan dia juga akan merasakan kenikmatan beribadah dalam
hatinya, sebagaimana yang dituturkan oleh para Ulama Salaf berikut ini:
Abu Sulaiman berkata: “Malam hari bagi orang yang sering beribadat di dalamnya, itu lebih nikmat daripada permainan bagi m
ereka yang suka hidup bersantai-santai. Seandainya tanpa malam aku tak suka hidup di dunia ini.”
Ibnul Mukandir: ”Bagiku kelezatan dunia ini hanya ada pada tiga
perkara, qiyamullail, bersilaturahmi dengan ikhwan dan shalat
berjama’ah.”
6. Mencari ilmu syar’i.
Karena dengan memahami ilmu agama akan tumbuh rasa takut kepada Allah, yang mampu menjaga kita.
7) Berteman dengan orang soleh.
Karena mereka akan menarik kita dalam amal kebajikan dan meninggalkan
segala bentuk kemungkaran. Mereka akan sentiasa mengingatkan kita kepada
Allah.
8) Banyak Mengingat Mati
Mengingat mati akan
menghindarkan kita dari maksiat dan dapat memperlunak hati kita. Ziarah
kubur, Menyaksikan orang yang sekarat juga boleh menjadikan cara yang
kuat untuk melembutkan hati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar