Bismillah,,
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang ,
Sahabat pembaca yang di rahmati Allah , di hari ini sudahkah kita bersyukur atas nikmat Allah yang sudah di berikan kepada kita ?
semoga sahabat pembaca adalah seorang yang pandai bersyukur atas semua nikmat Allah yang di berikan.
Sahabat, apa status sahabat saat ini ? seorang anak? seorang Ibu ? Seorang Istri ? atau Seorang tokoh masyarakat ?
Apapun status sahabat saat ini kita mesti bersyukur karena msih di beri kehidupan dan kesehatan. Jika sahabat seorang ibu,, sudah kita menyayangi anak kita ? mendidik nya secara ajaran agama dan membimbing nya menjadi generasi yang di banggakan oleh agama, bangsa dan negara. Saya paham bagaimana sulit nya menjadi seorang ibu, mulai dari mengandung, yang di awal kandungan kita selalu lemas, muntah-muntah , makan tidak enak dan lain-lain. Setelah kandungan besar kita serba susah untuk melakukan aktivitas. Dan setelah waktunya tiba melahirkan, kita berjuang untuk proses melahirkan yang sakitnya sungguh luar biasa. Disaat melahirkan inilah seorang ibu bertaruh nyawa untuk memperjuangkan buah hati nya agar bisa lahir ke dunia dengan selamat.
Setelah anak kita lahir ke dunia, seorang senantiasa merawatnya. Mulai dari menyusui, menimangnya ketika menangis, memberi obat ketika sakit dan bahkan sampai tidak tidur semalaman jika sang anak sakit. Setelah sang anak beranjal dewasa , sang anak mulai aktif dengan sejuta kreatifitas dan inivasinya. Tidak memikirkan ini bahaya atau tidak . Siapa yang bertanggungjawab dari semua aktifitas sang anak ? Tentu seorang ibu.
Anak adalah amanah dari yang Kuasa, walau anak nakal dan sering membuat orang tua marah. Janganlah sekali memarahi anak. Semua kegiatan orang tua baik itu positif atau negatif semua akan di tiru oleh anak kita. Meredam emosi lebih baik jika kita berada di hadapan seorang anak.
Jika kita , seorang ibu selalu memarahi anak maka itu tanda nya kita mendidik anak kita menjadi anak yang suka marah. Suatu saat jika kita nasehati akan melawan orang tua. Berbeda dengan jika kita berbuat manis di hadapan anak. Ini artinya kita mendidik seorang anak agar memiliki kepribadiaan yang baik. Maka dari itu, mari kita jga anak kita dengan sebaik-sebaiknya.
Sahabat , saya menuliskan semua ini bukan saya sudah menjadi seorang ibu yang sempurna. Ini semua juga nasehat untuk saya khususnya. Karena menjadi seorang ibu muda dan anak yang super aktif, sungguh menguji kesabaran saya. Sahabat doakan saya semoga saya bisa menjadi ibu yang baik untuk anak-anak saya kelak.. aamiin
*Maka berpegang teguhlah kamu kepada agama yang telah diwahyukan kepadamu. Sesungguhnya kamu berada di atas jalan yang lurus.* Az Zukhruff ( 43 ) : 43
Minggu, 08 Februari 2015
Senin, 04 Februari 2013
Bagaimana Bertayamum ?
Hal-hal yang Wajib dalam Tayamum
Hal-hal
yang wajib (fardhu) dalam tata cara tayamum adalah:
1. Niat
Hal ini didasarkan pada hadist:
“Sesungguhnya segala amalan itu tergantung dengan niat, dan sesungguhnya bagi setiap orang itu ada balasan apa-apa yang telah ia niatkan,” (HR Al-Bukhari)
Hendaknya tayamum diniatkan untuk mengerjakan ibadah yang sebelumnya dilarang karena berhadats, seperti shalat dan lainnya.
2. Bertayamum dengan debu yang suci
Allah Ta’ala berfirman:
“Maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci)...” (An-Nisa: 43).
1. Niat
Hal ini didasarkan pada hadist:
“Sesungguhnya segala amalan itu tergantung dengan niat, dan sesungguhnya bagi setiap orang itu ada balasan apa-apa yang telah ia niatkan,” (HR Al-Bukhari)
Hendaknya tayamum diniatkan untuk mengerjakan ibadah yang sebelumnya dilarang karena berhadats, seperti shalat dan lainnya.
2. Bertayamum dengan debu yang suci
Allah Ta’ala berfirman:
“Maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci)...” (An-Nisa: 43).
3. Bertayamum dengan satu kali tepukan, yaitu meletakkan kedua telapak tangan di atas debu.
4. Mengusap muka dan kedua telapak tangan
Allah Ta’ala berfirman:
“...sapulah mukamu dan tanganmu, sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Penyayang...” (An-Nisa: 43).
Sunnah-sunnah
Tayamum
Sunnah-sunnah dalam tata cara tayamum antara lain:
1. Tasmiyah, yakni membaca “bismillah” dan dianjurkan untuk membacanya pada setiap kali mengerjakan amalan.
2. Tepukan yang kedua. Tepukan yang pertama hukumnya wajib, sedangkan tepukan yang kedua hukumnya sunnah.
3. Mengusap kedua lengan tangan dan kedua telapak tangan.
Tayamum cukup dengan mengusap kedua telapak tangan, namun mengusap kedua lengan tangan dianjurkan sebagai bentuk kehati-hatian saja. Hal ini berdasarkan perbedaan pendapat dalam mengartikan kata “al-Yadain” (kedua tangan) dalam Surat An-Nisa Ayat 43 tersebut, apakah yang dimaksud itu kedua telapak tangan saja, atau kedua telapak tangan dan kedua lengan tangan sampai kedua siku.
Sunnah-sunnah dalam tata cara tayamum antara lain:
1. Tasmiyah, yakni membaca “bismillah” dan dianjurkan untuk membacanya pada setiap kali mengerjakan amalan.
2. Tepukan yang kedua. Tepukan yang pertama hukumnya wajib, sedangkan tepukan yang kedua hukumnya sunnah.
3. Mengusap kedua lengan tangan dan kedua telapak tangan.
Tayamum cukup dengan mengusap kedua telapak tangan, namun mengusap kedua lengan tangan dianjurkan sebagai bentuk kehati-hatian saja. Hal ini berdasarkan perbedaan pendapat dalam mengartikan kata “al-Yadain” (kedua tangan) dalam Surat An-Nisa Ayat 43 tersebut, apakah yang dimaksud itu kedua telapak tangan saja, atau kedua telapak tangan dan kedua lengan tangan sampai kedua siku.
Cara Bertayamum
Adapun tata cara tayammum,
adalah sebagai berikut:
1. Membaca Basmalah
Sebagaimana halnya dalam wudhu`.
Dikarenakan tayammum adalah pengganti thaharah wudhu`, dan pengganti menyadur
hukum yang digantikannya.
2. Menepukkan kedua
telapak tangan ke tanah dengan sekali tepukan.
Berdasarkan hadits Ammar bin Yasir nabi
bersabda tentang cara bertayamum:
“Cukuplah bagimu untuk melakukan
dengan kedua tanganmu demikian. Kemudian beliau menepukkan kedua tangan beliau
pada tanah dengan sekali tepukan, lal mengusapkan tangan kiri pada tangan
kanan, kedua punggung tangan dan wajah beliau.” Diriwayatkan oleh al-Bukhari
dan Muslim.
Mayoritas ulama berpendapat
bahwa tepukan tangan ke tanah ketika melakukan tayammum hanya dengan sekali
tepukan, sebagaimana pada hadits Ammar diatas.
Ibnu Abdil Barr mengatakan,
“Bahwa sebagian besar atsar-atsar yang diriwayatkan dari Ammar menyebutkan
sekali tepukan. Adapun atsar yang diriwayatkan dari beliau yangmenyebutkan dua
kali tepukan kesemuanya mudhtharib…”
Dan hadits Abdullah bin Umar
secara marfu’, “Tayammum dengan dua kali tepukan, sekali untuk wajah dan sekali
untuk kedua tangan hingga bagian siku.” Diriwayatkan oleh ad-Daraquthni,
al-Hakim dan al-Baihaqi, namun hadits ini sangat lemah, pada sanadnya terdapat
Ali bin Zhabyaan, dia perawi yang matruk.
Demikian juga hadits Ibnu Umar
lainnya yang mneyebutkan tiga kali tepukan pada tayammum adalah hadits yang
sangat lemah. Wallahu a’lam.
3. Meniup kedua telapak
tangan sebelum membasuhkannya ke anggota tayammum.
Berdasarkan hadits Ammar bin
Yasir, dalam salah satu riwayatnya pada
menepukkan keduarShahih al-Bukhari, dimana disebutkan, “… Lalu Nabi telapak tangan beliau pada tanah kemudian
meniupnya, lalu mengusapkan keduanya pada wajah dan kedua telapak tangan
beliau.” (Shahih al-Bukhari no. 338 dan juga no. 339)
4. Mengusap wajah dan
kedua tangan hingga pergelangan.
Allah subhanahu berfirman,
“Dan usaplah wajah dan
tangan-tangan kalian.” (al-Maidah: 6)
Juga berdasarkan hadits Ammar
bin Yasir diatas.
Mencukupkan tayammum pada wajah
dan kedua tangan hingga pergelangan merupakan pendapat Atha`, Sa’id bin
al-Musayyab, an-Nakha’i, Makhul, al-Auza’i, Ahmad, Ishaq dan merupakan pendapat
yang dipilih oleh Ibnul Mundzir dan juga sebagian besar ulama hadits.
Adapun hadits-hadits yang
menyebutkan adanya mengusap tangan hingga ke bagian siku, tidak satupun hadits
tersebut yang shahih. Bahkan sebagian besarnya adalah hadits-hadits yang sangat
lemah. Seperti disebutkan oleh Ibnu Abdil Barr didalam kitab beliau at-Tamhid
dan juga asy-Syaukani didalam Nail al-Authar.
5. Tertib dalam
tayammum, yaitu dimulai dengan mengusap wajah lalu kedua tangan.
Berdasarkan konteks firman Allah
ta’ala,
“Basuhlah wajah dan
tangan-tangan kalian.” (al-Maidah: 6)
6. Dikerjakan secara
beriringan (al-muwalaah)
Dikarenakan ibadaha adalah suatu
kewajiban kita sebagai hamba Allah yang taat dengan ajaran yang diajarkan lewat
Rasulullah SAW. Maka dalam kondisi apapun harus tetap melaksanakan ibadah
tersebut. Sebelum beribdah kepada Allah, di anjurkan bahkan perintah dari Allah
untuk bersuci. Jika kita berhalangan bersuci dengan menggunakan air atau tidak
ditemukan air maka boleh bersuci dengan menggunakan debu yang suci.
Tayamum Dan Keistimewaannya
Allah
menciptakan manusia tujuannya adalah tidak bukan hanya untuk meyembah Allah
SWT, yaitu dalam bentuk beribdah kepada Allah SWT. Ibadah disini adalah yang
bersifat mahdhoh dan muamalah. Untuk ibadah madhah maka di anjurkan untuk
bersuci terlebih dahulu, bisa dengan mandi atau berwudhu. Dan kita tahu bahwa
mandi dan berwudhu hanya bisa di lakukan dengan menggunakan air. Bagaimana
kalau kita tidak menemukan air ?
Ibadah
adalah suatu kewajiban jadi apapun keadaannya selagi kita masih mampu maka
harus tetap dilaksanakan. Jika kita tidak menemukan air untuk bersuci atau
tidak boleh terkena air karena sakit tertentu. Oleh karena itu, dengan
kemudahan dan keluwesannya Islam mensyari’atkan tayamum dengan debu yang suci
sebagai ganti dari berwudhu. Dengan demikian orang islam tetap mendapatkan
keberkatan ibadah. Dengan demikian tayamum memiliki keistimewaan dalam islam
karena dengan debu yang suci bisa mensyahkan ibadah seseorang yang sedang
junub.
Sebagaimana
sabda nabi Muhammad SAW : “ Saya telah di berikan lima perkara, tidak
seorangpun sebelumku di berikan kelima hal tersebut. Saya di beri pertolongan
berupa ketkutan bagi musuh sejauh masa sebulan, di jadikan bagiku tanah sebgai
masjid dan wadah bersuci, maka dimana saja seseorang dia mengerjakan sholat dan
dihalalkan bagiku harta rampasan perang dimana harta rampasan tersebut tidak di
halalkan bagi seorangpun sebelumku, dan saya di beri sayfa’at, dan adalah
setiap nabi di utus khusus bagi kaumnya semta sedangkan saya di utus bagi
seluruh manusia ( Bukhari –Muslim ).
Dan di berlakukan tayamum ini berdasarkan hadits
“Aisyah
istri Nabi Muhammad saw berkata, "Kami keluar bersama Rasulullah saw dalam
sebagian perjalanan-perjalanan beliau, sehingga ketika kami di Baida' atau di
Dzatul Jaisy [ketika kami memasuki Madinah, 5/ 187], terputuslah kalungku [lalu
Rasulullah saw menderumkan untanya dan turun]. Rasulullah saw berkenan
mencarinya dan orang-orang menyertai (mengikuti) beliau. Mereka tidak di tempat
yang ada air [dan mereka tidak membawa air, 4/ 195], [lalu beliau meletakkan
kepala beliau di pangkuanku untuk tidur]. Orang-orang lalu datang kepada Abu
Bakar ash-Shiddiq r.a. dengan berkata, 'Tidaklah engkau lihat apa yang
diperbuat oleh Aisyah kepada Rasulullah saw dan orang banyak? Mereka tidak di
(tempat yang ada) air dan mereka tidak mempunyai air.' Abu Bakar lalu datang
kepada Rasulullah saw. yang sedang tidur dengan meletakkan kepalanya atas
pahaku. Abu Bakar berkata, 'Kamu menahan Rasulullah saw. dan orang-orang,
sedangkan mereka tidak di (tempat yang ada) air dan mereka tidak memiliki air.'
Abu Bakar memarahiku dan ia mengatakan apa yang dikehendaki Allah untuk
diucapkan olehnya. Ia mulai memukulku dengan tangannya pada lambung aku. (Dalam
satu riwayat: dan dia meninjuku dengan keras seraya berkata, 'Engkau telah
menahan orang banyak gara-gara seuntai kalung?!' Mati aku, karena keberadaan
Rasulullah saw yang demikian itu menyakitkanku) dan aku terhalang untuk
bergerak karena Rasulullah masih tidur di pahaku. Rasulullah saw bangun ketika
(dan dalam satu riwayat: lalu Rasulullah saw tidur hingga) masuk waktu subuh
tanpa ada air. Selanjutnya, Allah Azza wa Jalla menurunkan ayat tayamum dan
mereka pun bertayamum. Usaid bin Hudhair berkata, 'Apakah permulaan berkahmu,
wahai keluarga Abu Bakar?' Aku (Aisyah) berkata, 'Kami mencari unta yang dahulu
kami di atasnya. Kami menemukan kalung itu di bawahnya.' (Dan dari jalan lain
dari Aisyah bahwa dia meminjam kalung kepada Asma', lalu kalung itu hilang,
lalu Rasulullah saw menyuruh seseorang [untuk mencarinya, 7/54], kemudian orang
itu menemukannya, kemudian datang waktu shalat, sedangkan mereka tidak membawa
air. Shalatlah mereka [dengan tanpa berwudhu, 4/220]. Mereka lalu melaporkan
hal itu kepada Rasulullah saw., lalu turun ayat tentang tayamum. Usaid bin
Hudhair berkata kepadaku (Aisyah), 'Mudah-mudahan Allah memberi balasan yang
baik kepadamu. Demi Allah, tidaklah terjadi padamu sesuatu yang sama sekali
tidak engkau sukai, melainkan Allah menjadikan untukmu [jalan keluar darinya],
dan [menjadikan] padanya kebaikan bagi kaum muslimin (dalam satu riwayat: berkah).'
( Bukhari-Muslim, Abu Daud, Nasai dan Ibnu Majah )
Selasa, 22 Januari 2013
Sepasang Telinga
![]() |
| ilustrasi net |
Inilah ceritanya .....
“Bisa saya melihat bayi saya?” pinta seorang ibu yang baru melahirkan penuh kebahagiaan. Ketika gendongan itu berpindah ke tangannya dan ia membuka selimut yang membungkus wajah bayi lelaki yang mungil itu, ibu itu menahan nafasnya. Dokter yang menungguinya segera berbalik memandang kearah luar jendela rumah sakit. Bayi itu dilahirkan tanpa kedua belah telinga.
Waktu membuktikan bahwa pendengaran bayi yang kini telah tumbuh menjadi seorang anak itu bekerja dengan sempurna. Hanya penampilannya saja yang tampak aneh dan buruk. Suatu hari anak lelaki itu bergegas pulang ke rumah dan membenamkan wajahnya di pelukan sang ibu yang menangis. Ia tahu hidup anak lelakinya penuh dengan kekecewaan dan tragedi. Anak lelaki itu terisak-isak sambil berkata, “Seorang anak laki-laki besar mengejekku. Katanya, aku ini makhluk aneh.”
Anak lelaki itu tumbuh dewasa. Ia cukup tampan dengan cacatnya. Iapun disukai teman-teman sekolahnya. Ia juga mengembangkan bakatnya di bidang musik dan menulis. Ia ingin sekali menjadi ketua kelas. Ibunya mengingatkan, “Bukankah nantinya kau akan bergaul dengan remaja-remaja lain?” Namun dalam hati ibu merasa kasihan dengannya.
Suatu hari ayah anak lelaki itu bertemu dengan seorang dokter yang bisa mencangkokkan telinga untuknya. “Saya percaya saya bisa memindahkan sepasang telinga untuknya. Tetapi harus ada seseorang yang bersedia mendonorkan telinganya” kata dokter. Kemudian, orang tua anak lelaki itu mulai mencari siapa yang mau mengorbankan telinga dan mendonorkannya pada mereka.
Beberapa bulan sudah berlalu. Dan tibalah saatnya mereka memanggil anak lelakinya, “Nak, seseorang yang tak ingin dikenal telah bersedia mendonorkan telinganya padamu. Kami harus segera mengirimmu ke rumah sakit untuk dilakukan operasi. Namun, semua ini sangatlah rahasia.” kata sang ayah.
Operasi berjalan dengan sukses. Seorang lelaki baru pun lahirlah. Bakat musiknya yang hebat itu berubah menjadi kejeniusan. Ia pun menerima banyak penghargaan dari sekolahnya. Beberapa waktu kemudian ia pun menikah dan bekerja sebagai seorang diplomat. Ia menemui ayahnya, “Yah, aku harus mengetahui siapa yang telah bersedia mengorbankan ini semua padaku, ia telah berbuat sesuatu yang besar namun aku sama sekali belum membalas kebaikannya.” Ayahnya menjawab, “Ayah yakin kau takkan bisa membalas kebaikan hati orang yang telah memberikan telinga itu.” Setelah terdiam sesaat ayahnya melanjutkan, “Sesuai dengan perjanjian, belum saatnya bagimu untuk mengetahui semua rahasia ini.”
Tahun berganti tahun. Kedua orangtua lelaki itu tetap menyimpan rahasia. Hingga suatu hari tibalah saat yang menyedihkan bagi keluarga itu. Di hari itu ayah dan anak lelaki itu berdiri di tepi peti jenazah ibunya yang baru saja meninggal. Dengan perlahan dan lembut, sang ayah membelai rambut jenazah ibu yang terbujur kaku itu, lalu menyibaknya sehingga tampaklah bahwa sang ibu tidak memiliki telinga.
“Ibumu pernah berkata bahwa ia senang sekali bisa memanjangkan rambutnya” bisik sang ayah. “Dan tak seorang pun menyadari bahwa ia telah kehilangan sedikit kecantikannya bukan?” Kecantikan yang sejati tidak terletak pada penampilan tubuh namun di dalam hati.
Semoga bisa bahan renungan untuk kita ,
Minggu, 20 Januari 2013
Tata Cara MAndi Junub
Oleh Sheikh
Abu Bakar Jabir Al-Jazairiy
“Apabila
Rasulullah hendak mandi junub (mandi besar), beliau memulai dengan membasuh
kedua tangannya sebelum memasukannya ke dalam bejana. Kemudian beliau membasuh
kemaluannya dan berwudhu seperti halnya berwudhu untuk shalat. Setelah itu,
beliau menuangkan air pada rambut kepalanya, kemudian mengguyurkan air pada
kepalanya tiga kali guyuran, kemudian mengguyurkannya ke seluruh tubuhnya,”
(HR At-Tirmidzi: 104, dan Abu Daud: 243).
Wallahu’alam bish shawwab.
sumber : mukminun.com
1. Mandi wajib
dimulai dengan mengucapkan bismillah, dan berniat untuk menghilangkan
hadast besar,(pembahasa mengenai niat, harap baca: Penjelasan Hadist "Sesungguhnya Amal Itu Tergantung Pada Niatnya..." Oleh Sheikh Muhammad Bin Shalih Al-Utsaimin)
2. Membersihkan
kedua telapak tangannya tiga kali, kemudian bercebok.
3. Membersihkan
kemaluannya, dan kotoran yang ada di sekitarnya.
4. Berwudhu
seperti halnya orang yang berwudhu hendak shalat, kecuali kedua kakinya. Namun
boleh membersikan kedua kakinya ketika berwudhu atau mengakhirkannya sampa
selesai mandi.
5. Mencelupkan
kedua telapak tangannya ke dalam air, lalu menyela-nyela pangkal rambut
kepalanya dengan kedua telapak tangannya itu kemudian membersihkan kepalanya
dan kedua telinganya tiga kali dengan tiga cidukan.
Note: Menyela
pangkal rambut hanya khusus bagi laki-laki. Bagi perempuan, cukup dengan
mengguyurkan pada kepalanya tiga kali guyuran, dan menggosoknya, tapi jangan
mengurai/membuka rambutnya yang dikepang, karena ada hadist yand diriwayatkan
oleh At-Tirmidzi dari Ummu Salamah yang bertanya kepada Rasulullah, “Aku
bertanya, wahai Rasulullah! Sesungguhnya aku ini perempuan yang sangat kuat
jalinan rambut kepalanya, apakah aku boleh mengurainya ketika mandi junub
(mandi besar)?” Maka Rasulullah menjawab, “Jangan, sebetulnya cukup
bagimu mengguyurkan air pada kepalamu tiga kali guyuran,” (HR
At-TIrmidzi).
6. Mengguyur
tubuhnya yang sebelah kanan dengan air, membersihkannya dari atas sampai ke
bawah, kemudian bagian yang kiri seperti itu juga berturut-turut sambil
membersihkan bagian-bagian yang tersembunyi (pusar, bawah ketiak, lutut, dan
lainnya).
Tata cara ini
berdasarkan penuturan Aisyah Radhiyallahu Anha:
Wallahu’alam bish shawwab.
sumber : mukminun.com
Resep Sosis Ayam Manis
Bahan-bahan:
- 5 potong sosis ayam/sapi, potong 2 cm
- 100 ml minyak goreng
- 1 bungkus penyedap rasa
- 1/2 bawang bombay, potong dadu
- 2 siung bawang putih, cincang
- 2 sdm saos tomat
- 1 sdm gula pasir
- 1/4 sdt lada
- 100 ml air
- 1 sdt margarine
- Goreng sosis hingga merekah (jangan terlalu kering)
- Panaskan margarine, tumis bawang putih hingga layu
- Tambahkan bawang bombay, tumis hingga matang
- Masukkan semua bumbu, air, aduk dan masak hingga mendidih lalu masukkan sosis
- Masak sebentar saja (2 menit) angkat.
Kamis, 20 Desember 2012
Lima Tingkatan Manusia Dalam Sholat
Ibnul Qayyim Al-Jauziyah mengatakan bahwa lima tingkatan manusia di dalam shalat:
Tingkatan orang yang zhalim kepada dirinya dan teledor. yaitu, orang yang kurang sempurna dalam wudhunya, waktu shalatnya, batas-batasnya dan rukun-rukunnya.
Orang yang bisa menjaga waktu-waktunya, batas-batasnya, rukun-rukunnya yang sifatnya lahiriyah, dan juga wudhunya, tetapi tidak berupaya keras untuk menghilangkan bisikan jahat dari dalam dirinya. Maka dia pun terbang bersama bisikan jahat dan pikirannya.
. Orang yang bisa menjaga batas-batasnya dan rukun-rukunnya. Ia berupaya keras untuk mengusir bisikan jahat dan pikiran lain dari dalam dirinya, sehingga dia terus-menerus sibuk berjuang melawan musuhnya agar jangan sampai berhasil mencuri shalatnya. Maka, dia sedang berada di dalam shalat, sekaligus jihad.
Orang yang melaksanakan shalat dengan menyempurnakan hak-haknya, rukun-rukunnya, dan batas-batasnya. Hatinya larut dalam upaya memelihara batas-batas dan hak-haknya, agar dia tidak menyia-nyiakan sedikitpun darinya. Bahkan seluruh perhatiannya tercurah untuk melaksanakannya sebagaimana mestinya, dengan cara yang sesempurna dan selengkap mungkin. Jadi, hatinya dirasuki oleh urusan shalat dan penyembahan kepada Tuhan di dalamnya.
Orang yang melaksanakan shalat dengan sempurna. Dia mengambil hatinya dan meletakkannya di hadapan Tuhan. Dia memandang dan memperhatikanNya dengan hatinya yang dipenuhi rasa cinta dan hormat kepadaNya. Dia melihatNya dan menyaksikanNya secara langsung. Bisikan dan pikiran jahat tersebut telah melemah. Hijab antara dia dengan Tuhannya telah diangkat. Jarak antara shalat semacam ini dengan shalat yang lainnya lebih tinggi dan lebih besar daripada jarak antara langit dan bumi. Di dalam shalatnya, dia sibuk dengan Tuhannya. Dia merasa tenteram lewat shalat.
Kelompok pertama akan disiksa. Kelompok kedua akan diperhitungkan amalnya. Kelompok ketiga akan dihapus dosanya. Kelompok keempat akan diberi balasan pahala. Dan kelompok kelima akan mendapat tempat yang dekat dengan Tuhannya, kerana dia menjadi bagian dari orang yang ketenteraman hatinya ada di dalam shalat. Barangsiapa yang tenteram hatinya dengan shalat di dunia, maka hatinya akan tenteram dengan kedekatannya kepada Tuhan di akhirat dan akan tenteram pula hatinya di dunia. Barangsiapa yang hatinya merasa tenteram dengan Allah ta’ala ,maka semua orang akan merasa tenteram dengannya. Dan barangsiapa yang hatinya tidak bisa merasa tenteram dengan Allah ta’ala , maka jiwanya akan terpotong-potong kerana penyesalan terhadap dunia. (Al-Wabil Ath-Thayyib, Ibnul Qayyim Al-Jauziyah, hal 25-29)
Sumber : alqiyamah.wordpress.com
Renungan Untuk Kita Semua
![]() |
| ilustrasinet |
Maafkan
bukan bermaksud kasar apalagi kepada saudari yang berhati sensitif,
Rasulullah SAW adalah manusia penyayang nomor satu, kalo ada yang klaim
bukan beliau, mendingan gak usah didengarkan. Diantaranya sifat
penyayangnya, beliau pun mengabarkan kepada kita sekalian, bahwa Nabi
hanyalah pemberi peringatan kepada umatnya, kenapa ? agar
kita selamat dari derita abadi dan azab yg pedih, kalo disimpen
dalilnya karena enggak enak, ntar malah berabe ketemu Rosulullah SAW
diakhirat, salah-salah kita ikutan dosa karena gak bilangin sesama
sodara seiman. Na'udzubillah. Marilah kita simak pemaparannya sbb :
Wahai para wanita...tahukah anda bahwa:
(1) Semakin banyak pandangan lelaki yang tergiur denganmu semakin bertumpuk pula dosa-dosamu
2) Semakin sang lelaki menghayalkanmu...semakin berhasrat denganmu maka semakin bertumpuk pula dosa-dosamu
(3) Janganlah anda menyangka senyumanmu yang kau tebarkan secara
sembarangan tidak akan ada pertanggungjawabannya kelak..!. Bisa jadi
senyumanmu sekejap menjadi bahan lamunan seorang lelaki yang tidak halal
bagimu selama berhari-hari..
(4) Bayangkanlah... betapa
bertumpuk dosa-dosa para artis dan penyanyi yang aurotnya diumbar di
hadapan ribuan...bahkan jutaan para lelaki??
(5) Jika anda
menjaga kecantikanmu dan kemolekan tubuhmu hanya untuk suamimu...maka
anda kelak akan semakin cantik dan semakin molek di surga Allah...
(6) Akan tetapi jika anda umbar kecantikanmu dan kemolekanmu maka
ingatlah itu semua akan sirna dan akan lebur di dalam liang lahad
menjadi santapan cacing dan ulat...dan di akhirat kelak...bisa jadi
berubah menjadi bahan bakar neraka ! Naudzubillah
Allah
Subhannahu wa Ta'ala Berfirman, Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan
Rasul-Nya, maka sungguh dia telah sesat, sesat yang nyata. (Al-Ahzab
:36).
Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda, Setiap umatku
yang bersalah akan dimaafkan, kecuali orang yang secara terang-terangan
berbuat maksiat ( HR-Bukhari Dan Muslim )
Dari Abu Musa
al-Asyari berkata: Rasulullah Saw bersabda: Siapa saja wanita yang
memakai wangi-wangian kemudian keluar rumah dan berjalan melewati satu
kaum sehingga mereka dapat mencium baunya, maka ia adalah wanita PEZINA.
(H.R. an-NasaI)
Rasulullah Saw bersabda: Perempuan yang
berpakaian tetapi TELANJANG, berlenggang-lenggok waktu berjalan.
Menghayun-hayunkan bahu. Kepala mereka bagaikan bonggol unta yang
senget. Golongan ini TIDAK AKAN masuk syurga dan tidak akan dapat
mencium bau wanginya. Sesungguhnya bau wangi syurga itu sudah dapat
dicium dari perjalanan yang sangat jauh daripadanya. (HR-Muslim)
Semoga mereka saudari kita yang belum berjilbab, dibukain pintu hatinya
dan mau kejalan yang benar dengan berjilbab, sama-sama kita doain
dengan kesungguhan hati.
Dunia mah gak sampe 100th, sedangkan
diakhirat saja bediri dipengadilan Allah bisa sampe 50.000 tahun. Mari
kita upayakan kesungguhan kita dan terus berdoa memohon pertolongan-Nya
Subhanallah semoga bisa mengambil pelajarannya , diambil dari status Ust. Yusuf Mansyur
Selasa, 18 Desember 2012
Mengenal Ilmu Fiqih
Tema kali ini saya ambil dari materi kuliah saya di STIDA ALMANAR. Buat temen seangkatanku yang belum mendapatkan materinya , mungkin bisa di pelajari.
======================================================================
= > Ilmu Fiqh Merupakan bentuk konklusi ( kesipulan ) dari sumber-sumber syariah, yaitu Al Qur'an dan Hadits.
= > Fiqh bicara bagaimana tatanan hukum yag isa di laksanakan .
= > Definisi dan objek Fiqih
* Arti menurut bahasa faqohaa- artinya paham sesuatu yang berat, berbeda dengan fahimaa yang artinya
faham dengan sesuatu yang ringan.
* Arti secara istilah Hukum syara' yang praktis yang di ambil dari dalil-dalil terinci ( amal yang praktis ).
* Objeknya semua perbuatan mukallaf ( orang yang layak menerima taklif ). Taklif adalah beban.
(ciri-ciri mukallaf adalah Islam, Baligh dan Berakal )
= > Dasar Hukumnya ( Naqli / Literal )
a. Al Qur'an surat At Taubah ayat 122
b. Hadis Nabi Muhammad
= > Dasar Hukumnya ( Aqli / Logika )
-- Setiap perbuatan mkallaf harus bersandar pada hukum
-- Dalil Naqli banyak yang bersifat global dan umum
-- Di bolehkannya ijtihad dalam memahami syariat
-- Syariat untuk membimbing umat kepada kedua kebahagiaan ( kebahagiaan dunia akherat )
-- Allah menghargai akal manusia
= > Bedanya Ushul Fiqih dan Syariah
> Ushul Fiqih ( dasar / pondasi Fiqih ) --> Dalil - dalil Fiqih yang bersifat global. Adapun ilmu Ushul Fiqih adalah ilmu yang membahas dalil fiqih yang global (mujmal) & cara penggunaan dalil tsb ( istifadah minhu ) serta kondisi para mustafidnya. Sehingga muncul darinya ( Kaidah Ushuliah dan kaidah Fiqhiah )
> Syariah ( jalan / aturan ) : Aturan-aturan islam yang bertujuan mengatrakan manusai apda dua kebahagiaan ( dunia dan akherat ) Disebut juga sbg Fiqh Kabir karena meliputi aqidah-ibadah-akhlaq.
======================================================================
= > Ilmu Fiqh Merupakan bentuk konklusi ( kesipulan ) dari sumber-sumber syariah, yaitu Al Qur'an dan Hadits.
= > Fiqh bicara bagaimana tatanan hukum yag isa di laksanakan .
= > Definisi dan objek Fiqih
* Arti menurut bahasa faqohaa- artinya paham sesuatu yang berat, berbeda dengan fahimaa yang artinya
faham dengan sesuatu yang ringan.
* Arti secara istilah Hukum syara' yang praktis yang di ambil dari dalil-dalil terinci ( amal yang praktis ).
* Objeknya semua perbuatan mukallaf ( orang yang layak menerima taklif ). Taklif adalah beban.
(ciri-ciri mukallaf adalah Islam, Baligh dan Berakal )
= > Dasar Hukumnya ( Naqli / Literal )
a. Al Qur'an surat At Taubah ayat 122
Artinya ;
Tidak sepatutnya bagi mu'minin itu pergi semuanya (ke medan perang).
Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa
orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk
memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali
kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.
b. Hadis Nabi Muhammad
= > Dasar Hukumnya ( Aqli / Logika )
-- Setiap perbuatan mkallaf harus bersandar pada hukum
-- Dalil Naqli banyak yang bersifat global dan umum
-- Di bolehkannya ijtihad dalam memahami syariat
-- Syariat untuk membimbing umat kepada kedua kebahagiaan ( kebahagiaan dunia akherat )
-- Allah menghargai akal manusia
= > Bedanya Ushul Fiqih dan Syariah
> Ushul Fiqih ( dasar / pondasi Fiqih ) --> Dalil - dalil Fiqih yang bersifat global. Adapun ilmu Ushul Fiqih adalah ilmu yang membahas dalil fiqih yang global (mujmal) & cara penggunaan dalil tsb ( istifadah minhu ) serta kondisi para mustafidnya. Sehingga muncul darinya ( Kaidah Ushuliah dan kaidah Fiqhiah )
> Syariah ( jalan / aturan ) : Aturan-aturan islam yang bertujuan mengatrakan manusai apda dua kebahagiaan ( dunia dan akherat ) Disebut juga sbg Fiqh Kabir karena meliputi aqidah-ibadah-akhlaq.
Untuk Adikku
Adikku sayang,
Janganlah kau menangis jika kakak marah padamu
Janganlah kau bersedih jika kakak melarangmu
Bukan kakak tidak suka dengan apa yang kau kerjakan
Bukan kakak tidak suka dengan keinginanmu
Tapi adikku sayang,
Jika kau ingin berbuat , pakailah dengan pikiran yang jernih
Bedakan mana yang baik dan mana yang buruk
Kakak menasehatimu ,
Karena kakak sayang sama kamu
Adikku sayang ,
Dengarkanlah nasehat kakak
Jagalah iman yang sudah ada dalam hatimu
Jangan tergoyang dengan lingkungan yang kau masuki
Ingat Allahs selalu dimana kau berada
Adikku Sayang ,
Hormati orang kedua orang tuamu
Jangan kau durhaka pada mereka
Dan jangan pula kau sakiti mereka
Buatlah mereka selalu tersenyum bahagia
Mereka lah yang membersarkan dan mendidikmu
Adikku Sayang ,
Belajar lah yang rajin
Bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu
Jangan kau biarkan masa mudamu tanpa ilmu
Adikku Sayang ,
Jagalah sikapmu di manapun kamu berada
Sopan dalam bergaul dan,
Santun dalam berbicara
Adikku Sayang ,
Semoga kau menjadi penerus yang berguna bagi nusa dan bangsamu ini
Kakak akan selalu mendoakanmu selalu
Jakarta, 19 Desember 2012
Janganlah kau menangis jika kakak marah padamu
Janganlah kau bersedih jika kakak melarangmu
Bukan kakak tidak suka dengan apa yang kau kerjakan
Bukan kakak tidak suka dengan keinginanmu
Tapi adikku sayang,
Jika kau ingin berbuat , pakailah dengan pikiran yang jernih
Bedakan mana yang baik dan mana yang buruk
Kakak menasehatimu ,
Karena kakak sayang sama kamu
Adikku sayang ,
Dengarkanlah nasehat kakak
Jagalah iman yang sudah ada dalam hatimu
Jangan tergoyang dengan lingkungan yang kau masuki
Ingat Allahs selalu dimana kau berada
Adikku Sayang ,
Hormati orang kedua orang tuamu
Jangan kau durhaka pada mereka
Dan jangan pula kau sakiti mereka
Buatlah mereka selalu tersenyum bahagia
Mereka lah yang membersarkan dan mendidikmu
Adikku Sayang ,
Belajar lah yang rajin
Bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu
Jangan kau biarkan masa mudamu tanpa ilmu
Adikku Sayang ,
Jagalah sikapmu di manapun kamu berada
Sopan dalam bergaul dan,
Santun dalam berbicara
Adikku Sayang ,
Semoga kau menjadi penerus yang berguna bagi nusa dan bangsamu ini
Kakak akan selalu mendoakanmu selalu
Jakarta, 19 Desember 2012
![]() |
| Yusuf NurdianSyah |
![]() | |
| Amaliya Putri Lathifah |
" Langkah - Langkah Menghidupkan hati "
Hati manusia bisa berbolak-balik kadang baik kadang senang kadang buruk dan kadang sedih. Hati , denganya kita merasakan apa yang adadi sekitar kita, merasakan bagaimana iman kita selam ini. Dengan hati yang beriman , kita akan menjadi tenang. Dengan hati yang selalu mengingat Allah hidup akan nyaman.
Tapi terkadang hati bisa futur jika tidak disiram dengan kajian dan nasehat-nasehat. Saat hati kita futur , inilah yang harus kita lakukan :
1. Dzikrullah dan Tilawatil Qur’an.
Dengan senantiasa dzikrullah (menyebut dan mengingat Allah) bagi
seorang hamba manfaatnya sangatlah besar. Sebagaimana Dia berfirman:
“Ingatlah, bahwa hanya dengan selalu mengingat Allah, hati menjadi
tentram.”[QS. Ar-Ra'du:28]. Al-Imam Syamsuddin Ibnul Qoyyim berkata:
”Sesungguhnya dzikir adalah makanan pokok bagi hati
dan ruh, apabila hamba Allah gersang dari siraman dzikir, maka jadilah ia bagaikan tubuh yang terhalang untuk memperoleh makanan pokoknya.”Dan Imam Hasan Al-Bashri berkata:”Lunakkanlah hatimu itu dengan berdzikir”.
Sebaik-baik dzikir adalah membaca Al-Qur’an, karena Al-Qur’an mengandung berbagai khasiat penyembuh hati dari semua penyakit kegundahan. Allah berfirman; “Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit yang berada dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.”[QS. Yunus:57].
2. Beristighfar
Hakikat istighfar adalah untuk memohon maghfirah (ampunan), dan batasan maghfirah adalah penjagaan dari keburukan yang diakibatkan dari dosa-dosa. Dan barangsiapa yang meminta ampun kepada-Nya selama memenuhi syaratnya pasti Allah memberikan ampunan. Firman-Nya: “Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia meminta ampun kepada Allah niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”[QS. An-Nisa’:110].
‘Aisyah berkata: “Beruntunglah orang yang mendapat dalam buku catatan amal perbuatannya memuat istighfar yang banyak.” Qatadah berkata:”Sesunggunhya Al-Qur’an ini memberikan petunjuk kepadamu tentang penyakitmu dan obat penangkalnya. Adapun penyakitmu adalah dosa-dosa, sedangkan obatnya adalah istighfar.”
3. Do’a
Allah berfirman: “Berdo’alah kepada-Ku niscaya Aku perkenankan bagimu. “[QS. Al-mukmin:60].
Doa termasuk salah satu sebab yang mampu menyihatkan hati. Rasulullah , orang yang hatinya terjaga dan paling bersih pun sentiasa berdo’a kepada Allah perihal hati. Seperti ‘Ya Allah aku berlindung kepadaMu dari kejahatan hatiku..’ Dalam do’anya yang lain ‘Ya Allah jadikanlah cahaya (penerang) dalam hatiku..’ atau yang sering kita dengar ‘Wahai Dzat Yang membolak-balikan hati, teguhkanlah hati kami dalam agamaMu.’
4. Bershalawat kepada Nabi Muhammad
Allah bershalawat (menyebut dan memuji di hadapan para malaikat) sepuluh kali, bagi orang bershalawat kepada rasul-Nya (sekali). Rasulullah bersabda : ”Barang siapa yang bershalawat untukku satu kali. Maka Allah akan bershalawat sepuluh kali lipat.”[HR. Muslim]. Karena yang demikian itu, setiap satu kebaikan nilainya akan dilipat gandakan sepuluh kalinya, dan bershalawat untuk Nabi termasuk kebaikan yang tinggi.
5. Qiyamullail
Jika seseorang tetap melakukan shalat malam, maka wajahnya akan bercahaya dan dia juga akan merasakan kenikmatan beribadah dalam hatinya, sebagaimana yang dituturkan oleh para Ulama Salaf berikut ini:
Abu Sulaiman berkata: “Malam hari bagi orang yang sering beribadat di dalamnya, itu lebih nikmat daripada permainan bagi m
ereka yang suka hidup bersantai-santai. Seandainya tanpa malam aku tak suka hidup di dunia ini.”
Ibnul Mukandir: ”Bagiku kelezatan dunia ini hanya ada pada tiga
perkara, qiyamullail, bersilaturahmi dengan ikhwan dan shalat
berjama’ah.”
6. Mencari ilmu syar’i.
Karena dengan memahami ilmu agama akan tumbuh rasa takut kepada Allah, yang mampu menjaga kita.
7) Berteman dengan orang soleh.
Karena mereka akan menarik kita dalam amal kebajikan dan meninggalkan
segala bentuk kemungkaran. Mereka akan sentiasa mengingatkan kita kepada
Allah.
8) Banyak Mengingat Mati
8) Banyak Mengingat Mati
Mengingat mati akan
menghindarkan kita dari maksiat dan dapat memperlunak hati kita. Ziarah
kubur, Menyaksikan orang yang sekarat juga boleh menjadikan cara yang
kuat untuk melembutkan hati.
Sumber : rafasyihab.blogspot.com
Senin, 17 Desember 2012
Azbabun Nuzul Surat Al Hijr Ayat 94
Bismillahirohmanirrohim ,
Sahabat tentung sudah pernah membaca kan surat Al Hijr Ayat 94, apakah sahabat sudah tahu apa penyebab turunnya ayat ini ? Bagi yang belajar bersama yukz, dan bagi yang sudah tahu boleh melengkapi jika ada yang kurang.
Lafaz Al Hijr ( 15 ) : 94
Artinya
“ Maka sampaikan lah oleh mu secara
terang-terangan segala apa yang di perintahkan ( kepadamu ) dan berpalinglah
dari orang-orang yang musyrik”
Ibnu Abbas berkata , “ ayat tentang fashda’ bimaa tu’maru ( maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang di perintahkan ( kepadamu) makasudnya adalah pencarkan persekutuan dan kesatuan mereka dengan menyerukan tauhid kepada, sesungguhnya mereka itu terpecah-pecah dengan sebagian yang menyambut,
Dan ayat wa’aridh ‘anil musyrikiin “ dan berpaling dari orang-orang musyrik” . tentang ayat ini kalangan ulama berpendapat.
Makna ayat ini adalah jangan pedulikan pendustaan dan olok-olok mereka serta jangan pula hal itu menyusahkanmu, sesungguhnya Allah yang menjadamu dari mereka. Jadi makna ayat menurut penakwilan adalah sampaikanlah secara terang-terangan apa yag di perintahkan kepadamu, yakni risalah Tuhanmu dan berpalinglah dari orang-orag musyrik, yakni jagan pedulikan dan takut kepada mereka. Makna ini seperti halnya firman Allah :
Artinya : “ hai Rasul, sampaikanlah apa yang di turunka Tuhanmu kepadam. Jika tidak kamu kerjakan( apa yang si perintahkan itu, bearti ) kamu tidak menyampaikan amanat Nya. Allah memelihara kamu dari ( gangguan ) manusia” { Q.S Al Maidah:67 }
Asbabun Nuzul ( Sebab Turunnya Ayat )
Di awal Nabi Muhammad menerima wahyu yang pertama dan disuruh oleh Allah untuk berdakwah, beliau lakukan dengan cara sembunyi-sembunyi. Dakwah ini dilakukan di kalangan keluarga Nabi dan orang terdekat Nabi. Orang yang pertama masuk islam adalah Khadijah dari kalangan wanita, Ali bin Abu Thalib dari kalangan pemuda, Zaid dari kalangan budak dan Abu Bakar. Beliau menjadikan rumah Al Arqam bin Abil Arqam sebagai markas kutlah ( kelompok dakwah) dan madrasah bagi dakwah baru ini.
Dirumah Arqam itulah rasulullah SAW. Mengumpulkan para sahabat, mengajar Islam kepada mereka, membacakan Al Qur’an kepada mereka, menjelaskanny, memerintahkan mereka untuk menghafal Al Qur’an. Beliau SAW tinggal di markas pengkaderan itu selam 3 tahun membina ( yutsaqqif ) kaum muslimin generasi pertama itu, sholat bersama tahajud di malam harridan membangkitkan keruhanian serta membina akal fikiran mereka dengan makna lafazh-lafazh Al qur’an serta mefahim dan pemikiran islam, dan melatih mereka untuk bersabar terhadap berbagai halangan dan hambatan dakwah, dan mewasiatkan kepada mereka untuk senatiasa taat dan patuh sehingga mereka benar-benar ikhlas Lillahi ta’ala ( Taqiyadun An Nabhani, Ad Daulah Al Ialamiyah, hal 11-12). Rasul tetap merahasiakan aktivitas dakwahnya, dan terus melakukan upaya-upaya pengakderan dan pembinaan ( tatsqiif )hingga turun surat Al Hijr : 94.
Turunnya ayat ini setelah masuk Islamnya Hamzah bin Abdul Muthalib dan Umar bin Khathtab ( 3 hari setelah masuk islamnya Ahmzah).
Demikian yang dapat saya sampaikan , semoga bisa bermanfaat untuk kita semua,
Langganan:
Postingan (Atom)




