Rabu, 12 Desember 2012

Tafsir Surat An Nahl ayat 90

Bismillahirrohmanirrohiim

Alhamdulillah saya dapat mengisi blog saya kembali , kenapa saya mengambil judul tersebut diatas? karena ini adalah tugas dari dosen Tafsir saya untuk mencari bahan tentang surat An Nahl ayat 90.

Bunyi dari Surat An Nahl : 90 ,
Artinya : Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemunkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran




Ayat ini termasuk ayat yang sangat luas dalam pengertiannya. Banyak diriwayatkan hadis-hadis Rasul tentang keutamaannya di antaranya sabda Rasul:

Artinya:
Dan ayat yang paling luas lingkupnya dalam Alquran tentang kebaikan dan kejahatan ialah ayat dalam surah An Nahl (yang artinya): "Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebaikan"

(H.R Bukhari dan Ibnu Jarir dari Ibnu Mas'ud)

Diriwayatkan oleh Ikrimah bahwasanya Nabi Muhammad saw membacakan kepada Al Walid: "Ulang kembali hai saudaraku", kata beliau maka Rasul saw mengulang kembali membaca ayat itu. lalu Al Walid berkata: "Demi Allah sungguh Alquran ini memiliki kelezatan dan keindahan, di atasnya berbuah di bawahnya berakar, dan bukanlah dia kata-kata manusia. (H.R Ibnu Jarir)
Seorang sahabat pada mulanya kurang senang kepada Rasul saw. Sewaktu dibicarakan kepadanya ayat ini oleh Rasul saw maka iman dalam jiwanya menjadi teguh dan dia menjadi kasih kepada Nabi saw. (H.R Imam Ahmad)

Dalam ayat ini, Allah SWT memerintahkan berbuat adil dalam melaksanakan isi Alquran yang menjelaskan segala aspek kehidupan manusia, serta berbuat ihsan (keutamaan). Adil berarti mewujudkan kesamaan dan keseimbangan di antara hak dan kewajiban mereka. Hak asasi mereka tidaklah boleh dikurangi disebabkan adanya kewajiban atas mereka. 

Kezaliman lawan dari keadilan wajib dijauhi. Hak setiap orang harus diberikan sebagaimana mestinya. Kebahagiaan barulah dirasakan oleh manusia bilamana hak-hak mereka dijamin dalam masyarakat, hak setiap orang dihargai, dan golongan yang kuat mengayomi yang lemah. Penyimpangan dari keadilan adalah penyimpangan dari Sunah Allah menciptakan alam ini dan hal ini tentulah akan menimbulkan kekacauan dan keguncangan dalam masyarakat manusia seperti putusnya hubungan cinta kasih sesama manusia, tertanamnya dalam hati manusia rasa dendam, kebencian, iri, dengki dan sebagainya.

Semua ini akan menimbulkan permusuhan yang menuju kehancuran. Oleh karena itu agama Islam menegakkan dasar-dasar keadilan untuk memelihara kelangsungan hidup masyarakat manusia itu. Dalam Alquran banyak didapat ayat-ayat yang turun di Mekah maupun di Madinah, memerintahkan manusia berbuat adil dan melarang kelaliman.



Firman Allah SWT:

 Artinya:
"Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan"(Q.S Al Ma'idah: 8)
 
Allah SWT menetapkan keadilan sebagai dasar umum bagi kehidupan masyarakat untuk setiap bangsa dan masa, untuk setiap umat pada segala zaman. Keadilan merupakan tujuan dan pengutusan Rasul-rasul ke dunia dan tujuan dari syariat dan hukum yang diturunkan bersama mereka.

Firman Allah SWT:


لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنَاتِ وَأَنْزَلْنَا مَعَهُمُ الْكِتَابَ وَالْمِيزَانَ لِيَقُومَ النَّاسُ بِالْقِسْطِ وَأَنْزَلْنَا الْحَدِيدَ فِيهِ بَأْسٌ شَدِيدٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ وَرُسُلَهُ بِالْغَيْبِ إِنَّ اللَّهَ قَوِيٌّ عَزِيزٌ (25)

Artinya:
Sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama) Nya dan Rasul-rasul Nya. Padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa. (Q.S Al Hadid: 25)

Menurut Muhammad Syaltut, Allah SWT menyebutkan besi dalam rangkaian pembinaan keadilan, mengandung isyarat yang kuat dan jelas bahwa pembinaan dan pelaksanaan keadilan adalah ketentuan Ilahi yang wajib dikerjakan, dan pelaksana-pelaksananya dapat mempergunakan kekuatan yang dibenarkan Tuhan dengan peralatan besi (senjata) yang punya daya yang dahsyat.

Di samping berbuat keadilan Allah SWT memerintahkan pula ihsan yang berarti keutamaan seperti membalas kebaikan orang lain dengan kebaikan yang lebih baik/besar atau memaafkan orang lain.

Tingkat keutamaan (al ihsan) yang tertinggi ialah berbuat kebaikan terhadap orang yang bersalah.

Diriwayatkan bahwa Isa as pernah berkata: "Sesungguhnya keutamaan itu ialah kamu berbuat baik kepada orang yang bersalah terhadapmu". Bukanlah keutamaan bila kamu berbuat baik kepada orang yang telah berbuat baik kepadamu.

Nabi Muhammad saw menerangkan tentang ihsan, sabdanya:


الأحسان أن تعبد الله كأنك تراه فإن لم تكن تراه فإنه يراك

Artinya:

Keutamaan itu ialah kamu beribadah kepada Allah seakan-akan kamu melihatnya, karena meskipun kamu tidak melihatnya, tapi Dia melihatmu".

(H.R Bukhari dari Abu Hurairah)
Allah SWT memerintahkan pula dalam ayat ini untuk memberikan sedekah kepada kerabat untuk kebutuhan mereka. Bersedekah kepada kerabat sebenarnya sudah termasuk dalam pengakuan berbuat adil dan keutamaan (ihsan). Namun disebutkan secara khusus untuk memberikan pengertian bahwa urusan memberikan bantuan pertolongan kepada kerabat hendaklah diperhatikan dan diutamakan.
Sesudah menerangkan ketiga perkara yang diperintahkan kepada umat manusia, Allah SWT meneruskan dengan menerangkan tiga perkara lagi yang harus ditinggalkan.
 




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar